INDONESIA HOT GIRLS

poto syur artis indonesia terkini..

Minggu, 09 Januari 2011










































Diposting oleh INDONESIA HOT GIRL di 21.05 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

TRUE STORY

SHAMPOO SUPER :: 07-01-2011 Sehabis pulang kerja, saya terbiasa langsung mandi meski kondisi sudah larut malam. Pada suatu malam saat pulang kerja dan masuk kamar mandi, saya baru tersadar kalau shampoo habis. Karena ibu saya memiliki usaha salon, otomatis rumah kami memiliki stok kosmetik, termasuk shampoo ukuran jumbo dari berbagai aroma. Karena sudah malam, saya pun segera ambil sebuah botol besar beraroma apel di bawah meja, lalu saya kembali mandi. Saat digunakan, saya merasa inilah shampoo terbaru dengan aroma unik yang saat digunakan tidak mengeluarkan banyak busa. Untuk itu cairan saya tuang lebih banyak. Namun tetap saja tidak berbusa. Pagi harinya saya bangun dengan badan bugar dan segera menuju ruang makan. Tapi apa yang terjadi, bagai tersambar petir, saya lihat pembantu saya yang sedang ingin mengepel mengambil botol hijau, botol yang semalam saya pakai sebagai shampoo. Penasaran, saya pun bertanya pada si Inem, “Inem, kok kamu ngepel pake shampoo? Nanti diomelin Ibu, lho!” Tidak kalah sigap si Inem menjawab, “Apaan Mas, shampoo? Ini kan, karbol pel. Kenapa tempatnya ada di kolong meja makan?” Glek, seketika kepala saya terasa berat dan ingin segera keramas kembali. Saya pun langsung meninggalkan Inem yang masih terheran-heran karena cairan karbol pelnya berkurang dalam jumlah banyak. Pantas saja setelah keramas kulit kepala saya perih, rambut mengering, dan mengeluarkan aroma begitu harum. Bram, Jakarta Mau dapat kisah nyata yang seru langsung di Handphone anda, Ketik : REG TRUE kirim ke : 9886 NIKMATNYA KOBOKAN :: 22-10-2010 Kisah ini terjadi saat saya bersama tiga teman melakukan perjalanan jauh dengan mobil ke Bali. Selama dua hari tiga malam kami harus menghabiskan waktu di dalam mobil dari Jakarta. Menjelang penyebrangan selat Bali, waktu menunjukkan sore hari. Kelelahan kami terbayar saat kami menemukan rumah makan tradisional khas Jawa Timur. Karena awam dengan menu-menu yang ada, akhirnya orderan makanan kami serahkan sepenuhnya pada pemilik rumah makan. Tidak lama datang makanan dalam bungkus daun pisang yang menggoda selera. Kami pikir ini adalah makanan utamanya. Lalu datang nasi berwarna kecoklatan. Kami sengaja belum mau memulainya dengan asumsi masih menunggu hidangan pembuka atau welcome drink. Tidak lama, datanglah semacam minuman dalam mangkuk unik yang diimbuhi dedaunan. Sempat kami saling lirik, apakah ini? Ya, inilah welcome drink-nya. Secara serentak, kami berempat langsung meneguk minuman itu. Tapi apa rasnya? “Hueek...” teriak teman saya. Baru saja mau komplain, tiba-tiba ibu warung teriak dalam logat Jawa, yang kira-kira artinya, “Hey, itu bukan untuk diminum, tapi itu untuk membilas tangan!” Pantas saja rasanya tidak karuan. Tapi ini adalah hal yang begitu memalukan karena kami kompak melakukannya secara bersamaan. Memang kadang rasa lelah dan dehidrasi berlebihan bisa membuat kami melakukan apapun tanpa pikir panjang lagi. Ute, Jakarta Mau dapat kisah nyata yang seru langsung di Handphone anda, Ketik : REG TRUE kirim ke : 9886 MENGHADAPI DUA IBU GENDUT :: 11-10-2010 Usai bermain futsal bersama kawan-kawan diteriknya siang Jakarta, saya pun pulang dengan seorang teman menumpang angkot. Setelah menunggu beberapa lama di pinggir jalan, akhirnya kami menemukan angkot yang penuh sesak. Tidak ada pilihan lain, kami pun menaikinya. Tipikal angkot-angkot lain, meski kapasitasnya penuh, tetap saja angkot ini ngetem lagi. Setelah 20 menit ngetem, akhirnya ada penumpang yang naik, yaitu dua ibu-ibu berbadan super besar. Yang satu duduk menghimpit depan saya, karena akhirnya dengkul kami saling beradu, dan satu lagi duduk sebelah kanan saya yang artinya tepat di belakang supir. Karena badan si ibu lumayan besar, jadi dingklik (kursi kecil yang ada di angkot) di depanya itu ikut tergeser. Setelah perjalanan cukup lama, sampailah angkot di lampu merah. Saat lampu hijau menyala, supir angkot langsung saja tancap gas tiba-tiba. Entah ada setan apa yang merasuki saya yang memang latah, tiba-tiba saya teriak sambil menggenggam ibu gendut itu. Parahnya si ibu kaget bukan kepalang, dan refleks menendang dingklik dari besi itu ke atas. Tentu saja otomatis dingklik mental arah saya. Karena saya baru selesai main futsal, reflek saya pun melakukan gerakan layaknya penjaga gawang. Memang itu sangat baik, tapi sayangnya reflek ala penjaga gawang itu dituruti oleh gerakan menomprok ke depan saya yang juga kebetulan adalah ibu gendut yang satu lagi. Melihat adegan ini, seluruh penumpang angkot pun terkekeh kompak. Benar-benar sial menghadapi dua ibu gendut... Utomo, Jakarta Mau dapat kisah nyata yang seru langsung di Handphone anda, Ketik : REG TRUE kirim ke : 9886 MOTOR STRIKE :: 04-10-2010 Bagi saya mengendarai motor adalah pilihan efektif di kota besar Jakarta ini. Sayangnya, bermotor memiliki kekurangan, yakni lahan parkir yang terkesan dipaksakan. Itu terjadi pada saat saya mampir ke sebuah gedung perkantoran di daerah Thamrin, Jakarta. Karena parkirannya rapat, petugas parkir menyuruh saya parkir di pinggir jalan bersama motor-motor sial lain. Setelah urusan selesai dan kembali ke parkiran motor, saya memang sempat mencari motor saya. Tapi akhirnya ketemu juga motor saya terhimpit di antara motor-motor lain. Karena terburu-buru, akhirnya saya berusaha sendiri untuk mengeluarkan motor itu dari himpitanan tanpa bantuan petugas parkir. Dengan bergaya ala Plastic Man, badan saya liukkan agar dapat masuk ke sela-sela barisan motor. Cukup sulit, karena beberapa bagian motor itu, seperti pijakan kaki, saling menempel dengan motor lain sehingga saya benar-benar kesulitan. Lama juga saya berusaha hingga beberapa orang sekitar memerhatikan gerak-gerik ini tanda curiga. Karena sudah hilang akal dan risih terus diperhatikan orang, akhirnya sekuat tenaga motor langsung saya seret dari depan. Gubrak! Pijakan motor saya yang tersangkut pada motor sebelah kanan membuat motor tersebut oleng ke kiri menimpa motor lain. Dan begitu seterusnya, sehingga delapan motor roboh bersamaan. Orang-orang di sekitar pun berteriak histeris sambil menunjuk saya. Benar-benar malu yang tidak bisa ditutupi saat itu. Ingin cepat, malah ketimpa sial. Hadi, Jakarta Mau dapat kisah nyata yang seru langsung di Handphone anda, Ketik : REG TRUE kirim ke : 9886 TAKSI GENTAYANGAN :: 23-09-2010 Setiap akhir bulan, kantor tempat saya bekerja dilakukan lembur demi mengejar target perusahaan. Lembur ini sudah berlangsung tiga hari berturut-turut. Jadilah badan saya lemah, letih, lesu. Saya baru bisa pulang dari kantor pukul 11 malam. Untungnya saya diberi voucher taksi dari perusahaan. Meski terletak di tengah kota, namun posisi kantor saya masuk ke dalam jalan lagi sehingga sulit untuk mencari taksi sesuai voucher. Karena sudah larut dan letih, akhirnya saya memilih taksi lain. Memang awalnya agak khawatir juga mengingat akhir-akhir ini banyak perampokan pada penumpang taksi. Sampai di taksi, saya pun langsung selonjor kaki, dan tanpa sadar tertidur di bangku belakang. Tidak berapa lama kemudian saya merasakan taksi tersebut berjalan makin lama semakin melamban. Merasa ada yang tidak beres, saya terbangun. Apa yang terjadi sungguh mengerikan. Sopir taksi tidak ada. Saya hanya lihat handuk di bangku supir. Sedang di luar saya lihat gelap dan sepi sekali. Namun taksi tetap berjalan meskipun lambat sekali. Secara refleks, saya langsung buka pintu, keluar, lalu teriak sekerasnya. Ups, saya lihat semua orang yang ada di warung-warung tenda mengarahkan pandangannya pada saya. Dan supir taksi menampakkan diri dari belakang mobil sambil terengah-engah. “Ada apa, Mas? Ini mobilnya mogok,” ujarnya. Meski masih setengah sadar, namun tetap saja malunya bukan kepalang. Afrazan, Jakarta Mau dapat kisah nyata yang seru langsung di Handphone anda, Ketik : REG TRUE kirim ke : 9886 REMASAN PANTAI :: 06-09-2010 Pengalaman saat sekolah ini tidak akan terlupakan seumur hidup saya. Ceritanya saat liburan sekolah kami mengadakan study tour ke Bali. Seperti biasa, saya bersama gang berisik selalu berulah jahil sepanjang perjalanan. Begitu pula saat seluruh siswa mampir ke Pantai Kuta. Saya mengajak tim berisik untuk hunting mancari pemandangan “indah” yang tidak lain wanita-wanita berjemur. Letih menyisiri pantai sambil menggoda wanita-wanita internasional, kami akhirnya beristirahat di bawah pohon. Kami duduk berlima saling tertawa. Tiap kali ada wanita seksi lewat, kita juga saling senggol memberikan kode rahasia. Kemudian saya lihat ada wanita seksi lain lewat dengan tonjolan dada menggiurkan. Kesempatan ini segera saya kasih tahu teman saya yang duduk di samping kiri. Karena saya senggol ia sedang menerima telpon, lalu tangan saya arahkan ke samping kanan belakang ke arah teman saya yang lain. Tapi beberapa kali senggolan juga tidak ada respon. Lalu dengan kode lebih ekstrim saya remas dada teman saya itu (bercandaan yang sangat tipikal) untuk memberi isyarat kalau wanita di depan itu dadanya bagus. Sial! Ternyata itu bukan teman saya, melainkan turis pria asal Spanyol bertubuh gempal. Karena merasa terganggu, turis itu memanggil pihak security dalam bahasa Inggris dan menyebut saya sebagai gay yang gila. Waduh! Malu bukan kepalang. Karena kejadian itu terjadi pada saat Pantai Kuta sedang penuh-penuhnya. Edwin, Jakarta Mau dapat kisah nyata yang seru langsung di Handphone anda, Ketik : REG TRUE kirim ke : 9886 PAKUAN EXPRESS JAKARTA KOTA :: 31-08-2010 Suatu hari saya naik kereta Pakuan Express ke Jakarta Kota yang keretanya hanya berhenti di stasiun tertentu saja. Di stasiun Depok, kereta berhenti untuk mengambil penumpang. Saat pintu kereta terbuka, saya lihat ada seorang bapak terduduk di luar, memegang tongkat di antara pintu masuk kereta. Lebih iba lagi, tangan bapak mencoba menggapai-gapai saya, seolah memberi sign kalau ia ingin naik kereta. Saya yang sejak sekolah terlatih sebagai seorang Pramuka langsung tergerak jiwa sosialnya. Saya pun menolong si bapak dengan mengulurkan tangan. Lalu sekuat tenaga saya angkat si bapak untuk masuk ke dalam kereta. Dalam hitungan detik, pintu kereta otomatis langsung tertutup dan kereta segera berjalan. Selesai sudah tugas mulia ini pikir saya bangga. Tapi, tiba-tiba, “Bletak!” Saya mendengar suara yang ternyata berasal dari tongkat si bapak yang dipukulkan ke arah kepala saya. Saya lihat si bapak mengambil ancang-ancang untuk memukul, lantas secepat kilat saya langsung menangkisnya. Belum sempat saya bicara, si bapak langsung teriak pada saya, “Sia goblok! Aing menta duit kalahkah ditaekkeun kereta!” (Kamu goblok! Saya minta uang malah di naikin ke atas kereta!) Ternyata bapak itu pengemis yang tadi sedang berusaha mengulurkan tangan ke saya untuk meminta uang. Saya kira bapak itu mau naik. Saya pun segera minta seribu maaf, lalu jalan pindah gerbong. Parahnya lagi, kereta tidak berhenti hingga Stasiun Kota. Betapa merasa bersalahnya saya saat itu. Wino, Bogor Mau dapat kisah nyata yang seru langsung di Handphone anda, Ketik : REG TRUE kirim ke : 9886 TERBUANG PERCUMA :: 24-08-2010 Suatu ketika saya dan seorang teman bernama Errie mendapat hadiah sebotol black label dari teman yang datang dari luar negeri. Dengan senangnya kami langsung membuka botol tersebut di kos saya. Teman saya yang pada saat itu memiliki janji untuk bertemu pacarnya di kampus terpaksa membatalkan demi cairan tersebut. Tapi sayangnya dia tidak mengabarkan si pacar. Kami minum-minum secara santai. Yang jelas kami berdua fly. Berkali-kali saya dengar ponsel teman saya bunyi. Namun ia tetap tidak bergeming. Tahu-tahu pintu kamar saya diketuk dengan keras. Karena ketukan makin keras dan juga dituruti oleh pemanggilan nama “Errie”, maka pintu saya buka. Sudah ditebak, yang datang itu Ami, pacarnya Errie. Ami marah-marah melihat Errie dan saya ada di dalam. Segala caci maki ia sebutkan. Tapi untungnya Ami tidak mengerti ada minuman keras. Dia tahunya Errie santai-santai di tempat saya, sedangkan ia panas-panasan menunggu Errie di kampus. “Gila kamu, ya! Aku nunggu kamu kepanasan di kampus, eh, kamu malah di sini enak-enakan!” lantang Ami. Lalu dengan santainya ia mengambil botol minuman yang masih terisi penuh, dan menenggaknya tanpa tanya. Tiba-tiba, “Huek! Minuman apaan ini? Rasanya basi!” ujarnya. Karena dalam keadaan emosi dan kesal, botol yang Ami genggam itu jatuh dan pecah. Tentu saja cairan isinya terbuang sia-sia. Kami yang lihat kejadian minuman mahal itu terbuang hanya mengelus dada. Betapa sialnya hari itu. Bram, Jakarta Mau dapat kisah nyata yang seru langsung di Handphone anda, Ketik : REG TRUE kirim ke : 9886 BALADA WARNET Ketika libur kuliah, saya sempat magang di salah satu warnet berfasilitas lengkap untuk mengisi waktu luang. Suatu malam, sekitar jam 8 saya kebagian tugas untuk menjaganya. Tiap ruangan di warnet ditutupi tirai sehingga kondisi ini memang sangat nyaman dan private sekali bagi pengguna warnet. Tempat saya berjaga tidak kalah nyaman. Kemudian datang sepasang pria dan wanita yang masih menggunakan seragam. Awalnya saya tidak hiraukan kedatangan mereka itu. Saya menganggapnya seperti penyewa-penyewa lainnya saja. Satu jam sudah berjalan. Anehnya setelah mereka masuk, saya perhatikan di komputer utama mereka sama sekali tidak melakukan log on. Lama-lama saya jadi menaruh curiga kalau mereka berdua melakukan kegiatan mesra-mesraan. Saya kembali pantau melalui komputer utama, tapi yang ter-report malah komputer keadaan off. Sayapun beranikan diri untuk membuka tirai secara paksa, lalu berteriak lantang. Setelah terbuka, apa yang terjadi? Mereka kaget. Si pria sedang berada di posisi kolong komputer mengutak-atik komputer, lalu si wanitanya duduk manis di bangku. Entah siapa yang malu, yang pasti muka saya juga merah. Karena ternyata mereka sepasang gaptek yang dari tadi terus mencoba utak-atik komputer, tapi saya malah marah-marah tidak jelas. Beberapa penyewapun menyoraki saya sebagai penjaga warnet yang arogan. Benar-benar malu bukan kepalang. Sani Gunawan, Bandung

Mengenai Saya

INDONESIA HOT GIRL
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ▼  2011 (1)
    • ▼  Januari (1)

Pengikut

Daftar Blog Saya

Tema PT Keren Sekali. Diberdayakan oleh Blogger.